Penghasilan Shopee Minus? Ini Penyebab dan Cara Mengeceknya
Ada dua keluhan yang mirip tapi berbeda. Yang pertama, satu pesanan penghasilannya minus: setelah pesanan selesai, kamu malah berutang ke Shopee. Yang kedua, toko ramai tapi tidak untung: omzet naik setiap bulan, tapi uang yang benar-benar tersisa tidak ikut naik. Panduan ini membahas penyebab keduanya dan cara menemukannya di laporan.
Bagian 1: Penghasilan satu pesanan minus
Penghasilan satu pesanan adalah harga produk dikurangi semua potongan. Kalau potongannya lebih besar dari harga produk, hasilnya minus dan dipotong dari Saldo Penjual. Penyebab yang paling sering:
1. Selisih ongkos kirim. Kalau berat atau ukuran paket yang ditimbang kurir lebih besar dari yang tertulis di produk, selisih ongkirnya bisa dibebankan ke penjual. Untuk barang murah yang berat, satu selisih ini sudah cukup membuat pesanan minus. Pastikan berat dan dimensi produk diisi sesuai paket yang sudah dikemas, bukan berat barangnya saja.
2. Ongkir ditanggung penjual. Kalau kamu memasang promo ongkir yang ditanggung toko, ongkos itu dipotong dari penghasilan. Di laporan, cek kolom yang berkaitan dengan ongkos kirim.
3. Pengembalian barang atau dana. Menurut ketentuan Shopee, ongkir pengembalian ditanggung penjual kalau kesalahannya dari sisi penjual: barang tidak berfungsi, tidak lengkap, salah kirim, tidak sesuai deskripsi, atau palsu. Kalau pesanan punya label Ongkir Ditanggung Shopee, ongkir pengembalian ditanggung Shopee. Di laporan, cek kolom Ongkos Kirim Pengembalian Barang dan Jumlah Pengembalian Dana ke Pembeli; perubahan setelah dana dilepas muncul di tab Penyesuaian.
4. Harga produk terlalu murah dibanding biaya tetap. Biaya proses pesanan Rp1.250 dikenakan per pesanan selesai, tidak peduli harganya. Produk seharga beberapa ribu rupiah ditambah biaya administrasi dan biaya program bisa menyisakan hampir nol, lalu minus kalau ada voucher.
5. Voucher dan diskon yang ditanggung toko. Voucher toko mengurangi penghasilan, dan biaya administrasi tetap dihitung dari harga setelah diskon. Voucher besar untuk produk bermargin tipis mudah membuat minus.
6. Komisi affiliate (AMS). Pesanan yang datang dari link affiliate dikenai komisi sesuai pengaturan di Affiliate Marketing Solution, ditambah PPN atas komisinya. Komisi yang tinggi pada produk murah bisa melebihi sisa penghasilannya. Penjelasannya ada di panduan Biaya Komisi AMS.
Cara mengecek di Laporan Penghasilan
- Unduh Laporan Penghasilan dari Keuangan › Penghasilan Saya, tab Sudah Dilepas. Langkahnya ada di cara download laporan Shopee.
- Buka sheet penghasilan per pesanan, lalu urutkan kolom Total Penghasilan dari yang terkecil. Pesanan dengan nilai negatif ada di paling atas.
- Untuk setiap pesanan negatif, lihat kolom mana yang paling besar: ongkos kirim, biaya administrasi, biaya layanan, voucher, atau komisi. Penjelasan setiap kolom ada di panduan Laporan Penghasilan.
- Kalau polanya selalu dari ongkir, periksa berat produk. Kalau dari biaya, periksa harga dan program. Kalau dari pengembalian, periksa deskripsi dan foto produk.
Bagian 2: Toko ramai tapi tidak untung
Kalau hampir tidak ada pesanan yang minus tapi uangnya tetap tidak bertambah, masalahnya biasanya bukan satu pesanan, melainkan margin yang terlalu tipis dan biaya yang tidak terlihat di halaman pesanan.
1. Omzet dianggap untung. Omzet adalah harga jual. Setelah potongan Shopee, iklan dan modal, yang tersisa bisa tinggal 5–15%. Contohnya ada di cara menghitung untung bersih Shopee.
2. Iklan menghabiskan margin. ROAS 5 terdengar bagus, tapi kalau margin produknya hanya 15%, setiap pesanan dari iklan rugi. Hitung ROAS balik modal per produk di panduan ROAS Shopee.
3. Biaya program bertambah tanpa disadari. Ikut Gratis Ongkir XTRA dan Promo XTRA menaikkan potongan beberapa persen. Kalau pesanan tidak naik cukup banyak, program justru menurunkan untung. Lihat biaya admin dan potongan Shopee.
4. Modal tidak dihitung lengkap. Ongkir kulakan, kemasan, bubble wrap, stiker dan barang rusak sering tidak masuk HPP. Selisih Rp2.000 per unit pada 1.000 pesanan sebulan berarti Rp2 juta yang hilang. Lihat cara menghitung HPP.
5. Produk laris justru produk rugi. Produk termurah sering paling laris sekaligus paling tipis marginnya. Total toko terlihat sehat, padahal satu atau dua produk andalan diam-diam menggerus untung produk lain.
6. Harga tidak mengikuti kenaikan biaya. Shopee beberapa kali mengubah biaya administrasi dan biaya program, misalnya kenaikan biaya Gratis Ongkir XTRA mulai 1 Desember 2026. Harga yang dulu untung bisa jadi pas-pasan setelah perubahan itu.
7. Uang tertahan, bukan hilang. Dana pesanan baru dilepas sekitar 2 hari setelah pesanan sampai ke pembeli, dan bisa tertahan lebih lama kalau ada pengajuan pengembalian. Pesanan yang belum dilepas belum masuk Laporan Penghasilan. Kalau penjualan sedang naik, sebagian besar uangmu bisa masih dalam perjalanan. Ini bukan rugi, tapi perlu dibedakan saat menghitung.
Cara menemukan produk yang membuat toko tidak untung
Kuncinya adalah melihat untung per produk, bukan total toko. Caranya:
- Gabungkan Laporan Penghasilan (potongan asli per pesanan), laporan Pesanan (jumlah unit) dan laporan Iklan (biaya per produk) untuk periode yang sama.
- Hitung untung setiap produk: omzet − potongan Shopee − iklan − (HPP × unit).
- Urutkan dari yang paling rugi. Biasanya hanya beberapa produk yang menjadi sumber masalah.
Labaku melakukan langkah di atas otomatis. Upload ketiga laporan, isi modal sekali, dan kamu langsung melihat produk mana yang rugi, iklan mana yang tidak balik modal, dan harga baru yang disarankan. Laporan diproses di browser dan tidak dikirim ke server.
Hitung untung bersih tokomu sekarang. Upload laporan Shopee, laporan diproses di browser dan tidak dikirim ke server.
Buka kalkulator